Era digital atau zaman digital adalah zaman dimana manusia tidak harus bertemu ketika akan menyampaikan sesuatu. baik pesan, tulisan, gambar, foto maupun video. Namun sayang, kemudahan-kemudahan yang ada dalam teknologi yang mumpuni juga membawa dampak negatif.
Dengan semakin mudahnya manusia mengakses informasi dan dengan banyaknya informasi yang ada di dunia Internet. Hal ini membuat orang-orang awam, bahkan orang yang dianggap berpendidikan pun terkadang bingung untuk membedakan mana fakta dan mana Kepalsuan.
sehingga terjadi miskomunikasi di berbagai bidang. hal ini Tentunya membuat kesimpangsiuran informasi. Hal ini membuat kita sebagai manusia pengguna teknologi internet, menjadi orang-orang yang suka menghakimi antara satu dan yang lainnya. bahkan hanya karena sebuah video atau artikel viral yang kebenarannya terkadang belum tentu bisa kita pastikan.
Dengan mudahnya informasi diakses terkadang candaan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. karena Terkadang ketika seseorang bercanda dia bisa saja melampaui batas dan tanpa sadar dia mempublikasikan privasinya di dalam dunia maya. tentu saja hal ini menimbulkan kesan negatif bagi orang yang melakukannya.
belum lagi dengan mudahnya informasi kita akses dan dengan semakin memudarnya kebenaran dan fakta akan membuat orang-orang tersesat pada Canal Canal yang kurang mendidik wakan bisa merusak. inilah dunia modern yang terkadang kita berguru hanya dengan sebuah situs web, jejaring sosial atau sebuah postingan bahkan Kita berguru melalui Twitter tanpa tabayun dan tanpa pertemuan.
Jika kita mampu mengkombinasikanya dengan tabayun, dengan bertanya, dengan berdiskusi dan berdialog. Tentu saja ini akan menimbulkan dampak positif bagi orang yang melakukannya.
namun jika kita hanya berguru kepada tulisan tentu saja hal ini kurang baik. karena dari sudut pandang saya, tulisan terkadang hanya mampu menyampaikan makna dan pesan. namun belum tentu mampu untuk menyampaikan rasa dan kesan.
Oleh sebab itu jika kita mendapatkan informasi yang baru dan terdapat beberapa keraguan didalamnya alangkah baiknya jika kita mau bertabayun, mau bertanya, mau berdiskusi sehingga perkembangan pemikiran dan perkembangan informasi bisa dibarengi dengan akhlak dan budi pekerti.
karena pada zaman modern ini kecerdasan sudah sangat luar biasa, informasi dan akses informasi sudah sangat mudah. akan tetapi transfer pendidikan yang didalamnya terdapat budi pekerti, Hal inilah yang harus mengimbangi pergerakan informasi yang ada.
Pendidikan adalah transfer ilmu pengetahuan dan Selain itu pendidikan adalah transfer nilai-nilai Luhur, hal ini harus kita perhatikan dengan seksama sehingga budi pekerti di era modern ini tidak semakin Gersang dan kering. akan tetapi budi pekerti, akhlak mulia yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak lama bisa tumbuh kembali. terutama mulai Menata diri dari generasi mudanya karena generasi muda adalah penerus bangsa.
Belum ada tanggapan untuk "Gersangnya budi pekerti di era digital"
Posting Komentar